Padahal Ngak Cerai Kenapa Broken Home ??


             Haii guys kali ini Han akan share tentang anak broken home sih. Mungkin sebagian orang akan menjawab anak yang broken home itu karena akibat perceraian. Tapi pada kenyataannya ada banyak anak yang merasakan broken home padahal orang tua mereka masih utuh. Salah satu penyebab broken home itu bisa jadi karena kurang kasih sayang dari kedua orang tua mereka. Mereka di acuhkan, tidak diajak bicara, terlalu nampak garis antara orang tua dan anak mereka.


        Ketika anak bercerita tentang pengalaman hari ini mereka para orang tua harusnya mendengarkan anaknya walau pun kadang bosan ya, setidaknya berpura-puralah mendengarkan. Kareka ketika kita acuhkan anak mungkin akan timbul rasa ketidak percaya dirian pada anak.

         Ketika anak mendapatkan rangking dikelas setidaknya pujilah. Pujian bukan berarti memanjakan anak, pujian disini berarti adalah memberikan penghargaan kepada anak atas kerja keras dia mendapatkan rangking tersebut sehingga si anak akan terobsesi unuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Jangan orang tua mengatakan “itu rangking ?? Cuma segitu ?? rangking apaan”. Itu malah akan membuat anak semakin tidak percara diri dengan apa yang dia dapatkan dan akhirnya nilainya kembali jatuh dan orang tua memarahinnya lagi.

                Ketika orang tua marah sebaiknya jangan ceritakan masa kelam yang sudah lama bahkan tak ada kaitannya dengan kesalahan anak. Karena itu akan semakin membuat anak muak dengan orang tua. Sebaiknya jika anak mlakukan kesalahan beritau mereka dengan bijaksana dan marahi sesuai situasi yang ada. Boleh mengunakan kekerasan tapi jangan sampai terlalu sakit karena dapat mempengarihi psikologi anak dan membuat anak trauma.

            Anak biasanya menginginkan seorang teman di rumah, orang tua di rumah harus biasa menjadi teman dan orang tua anak. Jangan orang tua hanya tau menyuruh dan menekan anak, tapi ajak main dia, ajak bercerita pengalaman dia hari ini, ajak cerita tentang seseorang yang anak sukai.

          Sebaiknya orang tua jangan terlalu egois dalam mengambil keputusan karena itu akan mempengaruhi anak kedepannya. Contohnya saat memilih sekolah dan jurusan yang akan mereka ambil para orang tua sebaiknya disini hanya mensupport saja, jangan memaksakan anak masuk sekolah mana. Ada kasus dimana teman saya di suruh bersekolah di sekolah A karena alasan yang tidak logis, karena hatinya dari awal tidak menerima bersekolah di situ hingga akhirnya dia tidak dapat mengikutin pelajaran di sekolah tersebut padahal semua sekolah mengajarkan hal yang sama. Hingga pada exam satu pelajaran dan dia sudah tak sanggup lahi hingga dia menjadi stres, dan tentunya orangtuanya tak mau tau karena orangtua hanya tau dia harus sekolah di sana.

               Sebaiknya orang tua jangan menbentak dan melempar barang saat marah, karena apa??? Saat anak mulai dewasa dan mereka merasa benar dan harus melindungi diri mereka dari tuduhan orang tua mereka. Anak akan melakukan hal yang sama pada orang tua. Jadi jangan salahkan anak jika mereka melakukan itu, para orang tua harus intopeksi diri.


                Jika segala keburukan yang ada di atas kemungkinan besar anak akan merasa mereka adalah anak yang broken home, kurang kasih sayang dan lain-lain. Jadi disini orang tua harus mengerti apa yang dibutuhkan dan dimau anak agar mereka tak merasa broken home. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Menjadi Finance Perusahaan